Transportasi MRT akan Diterapkan di Jakarta

Jakarta merupakan ibukota Indonesia yang mempunyai tingkat kemacetan kendaraan yang sangat tinggi. Hal tersebut dikarenakan lebih dari separuh penduduk kota ini menggunakan kendaraan pribadi yaitu mobil sebagai alat transportasi utama. Dengan tingkat kemacetan yang sangat tinggi tersebut, terdapat beberapa upaya dari pemerintah provinsi dengan menarik perhatian penduduk melalui beberapa transportasi umum yang cukup nyaman, salah satunya yaitu moda raya terpadu (MRT).

MRT belum tentu dapat mengurai kemacetan

Meskipun terdapat beberapa transportasi umum yang cukup nyaman dijalankan di Jakarta, kenyataannya kemacetan di kota tersebut masih berlangsung setiap harinya. Hal tersebut merupakan salah satu fenomena yang harus dilalui oleh setiap penduduk Jakarta yang ingin melakukan perjalanan. Penerapan beberapa transportasi umum seperti kereta rel listrik (KRL) dan TransJakarta masih belum dapat dikatakan memenuhi target dari pemerintah setempat.

Ketidakseimbangan kendaraan pribadi dengan transportasi publik sering dinyatakan sebagai salah satu penyebab kemacetan yang ada di Jakarta. Berdasarkan kajian Numbeo, yang merupakan sebuah badan riset independen pengelola data public yang berbasis di Serbia, mengungkapkan bahwa Jakarta mendapatkan posisi sebagai kota terburuk nomor lima dalam lalu lintas. Hal tersebut terlihat dari kemacetan yang terdapat di kota besar ini.

Penghitungan riset yang didasarkan pada rata-rata waktu yang ditempuh oleh penduduk kota Bandar Judi Bola untuk berpindah dari satu lokasi dengan lokasi yang lainnya ini menempatkan Jakarta di bawah Dhaka (Bangladesh), Kalkuta dan New Delhi (India), serta Nairobi (Kenya). Selain itu, tiga dari empat kota yang mempunyai tingkat kemacetan yang sangat buruk di dunia ini juga lebih dahulu mengoperasikan MRT di daerahnya sebagai upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan.

Menurut penuturan Direktur Utama MRT, William Sabandar, MRT baru akan mampu memperkecil tingkat kemacetan dalam waktu 10 tahun ke depan. Hal tersebut menurutnya karena pada saat ini masih terdapat satu koridor MRT saja di Jakarta.Ia juga menambahkan bahwa perubahan lalu lintas di Jakarta akan terlihat ketika jalur MRT telah mencapai 300 kilometer dan pengelola mampu berakselerasi.

Penduduk Jakarta belum banyak yang beralih dari kendaraan pribadi

Saat ini, kebanyakan penduduk wilayah Jakarta masih menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi utama.Penduduk Jakarta yang kebanyakan mempunyai kelas ekonomi menengah ke atas merupakan salah satu tantangan penting bagi pemerintah daerah.Hal tersebut karena kebanyakan dari mereka masih menganggap kendaraan pribadi sebagai kendaraan yang paling nyaman. Sehingga akan mempersulit mendorong penduduk kota ini untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum.

William sebagai Direktur Utama MRT juga menyatakan jika masih 20% dari penduduk kota Jakarta yang rutin menggunakan transportasi umum setiap harinya. Menurutnya hal ini juga dikarenakan selama ini transportasi umum yang ada masih belum dapat melayani kalangan menengah keatas.Hal tersebut merupakan salah satu tujuan dibangunnya MRT yang mempunyai kenyamanan dan efektivitas yang setara dengan kereta cepat di kawasan Eropa.

Masih perlu langkah yang ekstra

Untuk mengatasi kemacetan yang terdapat di Jakarta tentunya masih memerlukan langkah yang ekstra. Salah satu bagian dari langkah tersebut yaitu dengan menerapkan beberapa transportasi umum yang diklaim mempunyai kenyamanan hampir sama dengan kendaraan pribadi yaitu MRT. Hal ini merupakan salah satu cara dari pihak pemerintah daerah dalam mengusahakan pengurangan tingkat kemacetan di Jakarta.

Usaha lainnya yang dilakukan untuk membuat penduduk Jakarta menggunakan transportasi umum yaitu dengan menerapkan sistem ganjil genap.Selain itu, pemerintah daerah ini juga mempunyai wacana untuk menerapkan jalan berbayar di daerah jalanan utama Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran penduduk supaya lebih menggunakan transportasi umum sehingga akan mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *